Setelah 14 hari sejak pelepasan, ingin tau aja iklim yang ada di sekolah pasca hadirnya mahasiswa Probidik UPI.
Hari ini 7 Agustus 2026. Saya berkunjung ke SMKN 1 Cimahi. Salah satu sekolah kejuan favorit urang Cimahi. Eh... bahkan jadi favoritnya juga siswa dari luar kota Cimahi.
Dulunya STM Pembangunan. Hanya ada 9 sekolah di Indonesia. Sekolah dengan masa belajar 4 tahun. Tiga tahun pertama belajar di sekolah. Kemudian satu tahunnya lagi industri malaksakan pemagangan.
Banyak banget lulusannya yang berhasil eksis di industri dan jadi mitra SMKN 1 Cimahi.
Sepertinya ini yang bikin menarik perhatian warga Cimahi dan sekitar, antusias untuk manyekolahkan anaknya di SMKN 1 Cimahi.
Tapi, karena regulasi pemerintah. Sekarang tidak semua jurusan keahliannya membuka program 4 tahun. Saya dengar hanya 2 jurusan keahlian saja yang masih dibuka dangan program 4 tahun.
Mahasiswa Probidik UPI di SMKN 1 Cimahi
Saya cek data. Ada 25 mahasiswa UPI program Probidik yang diturunkan ke SMKN 1 Cimahi. Pa Farid Wakil Bidang Kurikulum SMKN 1 Cimahi, mempertemukan saya dengan mahasiswa tersebut.
Nazwa. Ketua kelompoknya. Ditemani oleh beberapa mahasiswa lainnya bertemu di loby SMKN 1 Cimahi. Ada Yogi mahasiswa jurusan Sejarah. Ada Andriani mahasiswa PGSD dan beberapa yang lainnya dari jurusan bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan Bimbingan Karir.
Bukan 25 orang
Saya konfirmasi ke Nazwa ketua kolompok mahasiswa Probidik. "Berapa jumlah mahasiwa probidik yang ada di SMKN 1 Cimahi ?". Jawabanya ada 25 orang.
Jumlahnya sesuai dengan data yang saya pegang.
Salah seorang mahasiwa bilang gini : "Ada satu orang pa, pindah lokasi ke sekolah lain ?"
"Nah. loh... kalau gitu tinggal 25 orang donk."
Nazwa mengkonfirmasi. Seharusnyan ada 26. Karena satu orang berpindah ke sekolah lain, jadi mahasiswa yang ada di SMKN 1 Cimahi ada 25.
Wawancara merekam iklim di SMKN 1 Cimahi
Saya tanyakan beberapa hal kepada mahasiswa. Utamanya pada penerimaan sekolah dan penugasan yang diberikan.
SMKN 1 Cimahi menyambut kehadiran mahasiswa Probidik UPI. Keadirannya memberikan kontribusi terhadap sekolah. Jika dianlogikan, mahasiswa Probidik UPI laksana pahlwan yang ikut berjuang untuk Jawa Barat.
Ditengah isu nasional dengan kondisi kekurangan guru. Kontribusi mahasiswa Probidik UPI jadi aksi nyata salah satu komponen yang peduli terhadap Jawa Barat, yaitu mahasiswa.
Siapa lagi yang akan peduli terhadap Jawa Barat, kalau bukan kita sebagai warganya. Di dunia pendidikan ada guru, kepala sekolah, warga sekolah, masyarakat dan banyak lagi. Sepertinya akan indah jika semuanya punya persepsi yang sama. Yaitu peduli kepada Jawa Barat.
Hasil jepretan tenaga kependidikan
Thanks yaa bu Rian.
Udah fotoin aktifitas saya ketika bertemu dengan mahasiswa UPI.
Juga terima kasih untuk Pa Okke. Guru bahasa Inggris SMKN 1 Cimahi yang tadi bantuin foto. Saat saat berbincang dengan Pa Farid Wakasek Kurikulum dan juga Pa Sucita.

Posting Komentar