Sejak implementasi pembelajaran mendalamdi Indonesia, taksonomi SOLO jadi banyak dikenal. SOLO mirip dengan nama kota yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Tapi ini bukan nama kota. SOLO singkatan dari Structure of Observed Learning Outcomes. Dikembangkan oleh John Biggs dan Kevin Collis pada tahun 1970–1980-an.
Kalau Taksonomi Bloom pastinya sudah banyak dikenal, yaitu kerangka hierarkis yang dikembangkan oleh Benjamin Bloom pada tahun 1956. Digunakan untuk mengklasifikasikan tujuan pendidikan ke dalam tiga ranah, yaitu Kognitif (berpikir), Afektif (sikap), dan Psikomotorik (keterampilan). Level berfikir menurut Bloom terdiri dari 6 (enam) tingkatan. Mulai dari berpikir tingkat rendah (LOTS) ke tinggi (HOTS). Keenam level berfikir itu terdiri dari :
1. Mengingat (C1),
2. Memahami (C2),
3. Menerapkan (C3),
4. Menganalisis (C4),
5. Mengevaluasi (C5), dan
6. Mencipta (C6).
Nah, level berfikir SOLO lebih sedikit lagi, hanya ada 4 (empat) level aja.
1. Unistructure;
2. Multistructure;
3. Relation; dan
4. Extended
Saya udah tulis secara khusus tentang keempat level tersebut. Temen - temen bisa cek di Level Berfikir Taksonomi SOLO.
Semoga bermanfaat.
Posting Komentar